Hari Batik Nasional

Hmm..baru tahu, kalo hari ini, 2 Oktober dijadikan Hari Batik Nasional. Mulai kapan ya ditetapkannya ? Pas buka TV pagi – pagi, dah terlihat 2 orang penyiar favoritku mengenakan busana batik. Suami pun jadi teringat bahwa hari ini karyawan di kantornya diminta memakai batik.

Aku sendiri sebenarnya juga pengen pake batik hari ini. Tapi sayangnya koleksi busana batik milikku masih minim banget. Yang layak dipake keluar rumah hanya 3. Dua stel baju batik PKS (Partai Keadilan Sejahtera), tampaknya kurang pas untuk dipake ngantor. Dan satu lagi rok batik prada yang lebih pas dipake kondangan. Lainnya adalah daster dan piyama batik, tentunya hanya pas dipake di dalam rumah.

Aku jadi sadar, sepertinya memang perlu menambah koleksi pakaian batik. Agar batik semakin membudaya di negara kita. Selama ini kan batik cukup jarang digunakan. Seringkali hanya menjadi daster ibu – ibu rumah tangga, kain nenek – nenek, atau sebagai kain panjang penutup jenazah. Kadang – kadang juga digunakan saat kondangan, yang mulai digeser oleh hadirnya jas – jas keren dan kebaya brokat modern.

Untungnya, Pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menggalakkan penggunaan pakaian batik. Sehingga akhir -akhir ini batik lebih sering digunakan pada acara – acara formal dan non formal. Selain menampakkan ciri khas Indonesia, menggunakan pakaian batik ternyata mendatangkan keuntungan lain. Yaitu bahan batik yang (pada umumnya) terbuat dari katun sangat nyaman dipakai, menyerap keringat, tidak panas, dan lebih adem. Sangat cocok dengan iklim Indonesia.

Walaupun terbuat dari bahan katun yang agak tipis, seringkali batik tidak tembus pandang. Hal ini mungkin disebabkan karena corak batik yang sangat dominan. Jadi, batik memenuhi salah satu syarat pakaian muslimah. Tentunya masih banyak keuntungan lain.

So, pake batik….siapa takut…..

Gempa Bumi September 2009

Belum hilang dari ingatan kita, musibah gempa bumi yang berpusat di Tasikmalaya. Gempa berkekuatan 7,3 SR ini terjadi 2 September 2009 yang lalu. Besarnya getaran gempa, hingga tidak hanya mengguncang hebat Tasikmalaya. Tetapi juga terasa oleh sebagian besar wilayah di pulau Jawa.

Ratusan rumah dan gedung di Tasikmalaya rusak berat. Banyak korban mengalami luka berat dan ringan. Bahkan, gempa ini telah merenggut lebih dari 40 jiwa meninggal dunia.

Kota tempat saya tinggal, Jakarta, juga merasakan getaran gempa ini. Banyak karyawan yang bekerja di gedung – gedung tinggi, berhamburan keluar. Para penduduk juga berlarian keluar rumah. Saat itu saya sedang berdiri di dalam busway. Saya juga merasakan goncangan yang hebat. Namun karena busway sedang melaju, saya tidak menyadari bahwa itu gempa. Saya berpikir sopir busway yang mengemudi terlalu kencang dan agak “ugal – ugalan” (maaf ya Pak…;-D). Saat busway melalui daerah kuningan, terlihat para karyawan berkerumun di luar gedung kantor di sepanjang jalan HR Rasuna Said. Barulah saya dan para penumpang busway lainnya menyadari bahwa telah terjadi gempa.

Kini, 30 September 2009, gempa bumi yang lebih besar terjadi lagi. Pusatnya di daerah Padang Pariaman Sumatra Barat. Kabarnya, gempa berkekuatan 7,6 SR ini, telah merobohkan ribuan rumah. Saat saya membuat tulisan ini, jumlah korban belum diketahui secara pasti. Tetapi kemungkinan besar lebih banyak dari korban gempa Tasikmalaya.

Musibah – musibah ini telah menelan banyak korban dan kerugian. So, jangan sampai ia berlalu begitu saja, tanpa ada hikmah yang sampai di hati kita. Mungkin, ini teguran dari Allah SWT. Atas semua kealpaan dan kelalaian manusia. Saatnya kita lebih berintrospeksi diri, dan kembali bertaubat kepada – Nya.

Memburu Malam Seribu Bulan

Salah satu keistimewaan bulan suci Ramadhan adalah adanya lailatul qadr. Pada malam tersebut Allah SWT menurunkan untuk pertama kalinya Al – Quran  kepada Rasulullah saw. SEtelah itu Al – Quran diturunkan secara bertahap selma kurang lebih 23 tahun, yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Peristiwa turunnya pertama kali Al – Quran diabadikan oleh Allah dalam berbagai firmannya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan,” (QS Al-Qadr : 1).

Lailatul Qadr merupakan anugerah besar yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad saw, dan belum pernah diberikan kepada umat – umat terdahulu. Al-Qadar berarti asy Syarf wat Ta’zhiim (mulia dan agung). Dinamakan demikian karena malam itu memang sarat dengan kemuliaan, keagungan, kesucian, keutamaan, keberkahan, dan pahala. Keutamaannya jauh lebih bernilai daripada seribu bulan.

Keutamaan Lailatul Qadr

1. Allah SWT menurunkan Al-Quran pada malam Lailatul Qadr.

2. Lailatul Qadr lebih baik daripada seribu bulan. Maksudnya, beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, membaca Al-Quran, dzikir, dan doa sama dengan beribadah selama seribu bulan (83 tahun 4 bulan). Dari Anas ra bahwa Rasulullah saw bersabda, ” Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepadamu. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai keutamaannya lebih baik daripada seribu bulan. Barang siapa yang mengabaikannya, maka ia terabaikan dari segala kebaikan. Tidak ada yang mengabaikannya kecuali orang yang diabaikan,” (HR Ibnu Majah. Al-Albani menilainya sebagai hadits hasan di dalam kitab Shahih at-Targhib 1/418).

3. Para malaikat pada malam itu turun ke bumi dengan membawa kebaikan, keberkahan, dan rahmat. “Pada malam itu turun malaikat – malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar,” (QS Al-Qadr : 4) Read more »

10 Hari Terakhir Ramadhan

Tidak terasa, perjalanan waktu begitu cepat. Kita sudah berada di hari ke-19 bulan Ramadhan 1430 H. Beberapa jam lagi, kita akan memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Hari – hari yang begitu istimewa dan memiliki banyak keutamaan.

So, ayo tingkatkan ibadah. Jangan malah mengendur karena sudah lelah beribadah di hari – hari sebelumnya. Jangan pula menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan. Atau sibuk membuat kue – kue lebaran.

Ibadah apa saja yang harus dilakukan sepanjang 10 hari terakhir bulan Ramadhan ? Yuk, kita simak tuntunan Rasulullah SAW

1. Menghidupkan malam hari dengan ibadah, seperti shalat tarawih, tahajud, witir, berzikir, dan membaca Al – Quran. Dari Aisyah ra berkata, ” Nabi SAW apabila memasuki sepuluh malam terakhir, maka beliau mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari)

2. Lebih meningkatkan intensitas ibadah. Syaikh Muhammad Shalih bin Utsaimin menyebutkan bahwa Nabi SAW menjelang sepuluh terakhir bulan Ramadhan semkain bersungguh- sungguh meningkatkan intensitas ibadah beliau, terutama di malam hari. Dari Aisyah ra berkata, “Rasulullah saw bersungguh – sungguh selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Hal yang tidak biasa beliau lakukan pada bulan lainnya.” (HR. Muslim)

3. Rasulullah saw juga membangunkan keluarganya untuk melakukan shalat dan ibadah lainnya pada malam – malam Ramadhan, khususnya malam sepuluh akhir.

4. Melakukan itikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah. Ibadah ini sangat dianjurkan, khususnya untuk seorang muslim. Ibadah di masjid tentunya akan mendatangkan pahala yang lebih baik. Selain itu, masjid adalah tempat yang sangat kondusif untuk beribadah. Di dalamnya dipenuhi oleh orang – orang yang semangat beribadah, hal ini juga bisa menjadi motivator kita, berlomba – lomba dalam kebaikan. Bagi muslimah, itikaf juga dapat dilakukan. Dengan catatan, masjid tersebut menyediakan fasilitas khusus muslimah, yang terjaga hijabnya. Agar khusyuk beribadah dan terhindar dari fitnah.

Ramadhan Mubarak

Alhamdulillah, tidak terasa waktu telah mengantarkan kita di hari ketujuh bulan Ramadhan. Waktu yang diliputi keberkahan berlapis – lapis. Kenapa ?

1. Karena sekarang bulan Ramadhan. Bulan yang lebih utama dibandingkan 11 bulan lainnya. Di bulan ini Allah mengampuni dosa hamba – Nya, bahkan hingga satu tahun ke belakang. Kita sebut saja bonus tahunan.

2. Karena hari ini hari Jum’at. Hari yang penuh berkah. Dimana Allah mengampuni dosa hamba – Nya selama satu minggu yang telah lalu

So, karena hari ini penuh berkah, udahan dulu deh nulisnya…

Kenapa Malas Nulis ?

Hari sudah sampai di penghujung bulan Juli, tak terasa. Namun baru dua tulisan tambahan yang nangkring di blogku bulan ini. Hampir 3 minggu sudah aku tidak menulis. Hmm…apakah aku sedang ada di masa malas menulis ya ?

Setelah kupikir – pikir, ada beberapa hal yang membuat aku jarang dan agak malas menulis post baru di blog :

1. Koneksi Internet yang Bermasalah

Sebenarnya di rumah ada dua provider internet, satu yang pake jaringan kabel, satu lagi yang wireless. Tapi dua – duanya suka error dan lemot banget. Sampai akhirnya abang mengganti dengan provider lain (yang wireless). Lumayan bagus sih, so, sering dibawa abang ke kantor, jadi aku jarang bisa pake. Nah, yang kabel, kelemahannya repot masangnya. Harus nyolokin ini lah..itu lah…Sudah repot gitu, ternyata gak bisa connect juga…wah jadi bete. Akhirnya aku jadi males online n nengok blog deh…

2. Sibuk

Ini mungkin alasan klise ya. Kalau dipikir – pikir aku sebenarnya tidak sibuk – sibuk amat. Lha wong tidak kerja kantoran kok…Tapi memang beberapa pekan ini ada banyak urusan yang membuatku tidak bisa fokus menulis. Di antaranya project bersama teman yang Alhamdulillah semakin berkembang, kegiatan sosial, dan lagi renovasi rumah. Kesibukan renovasi rumah ini lumayan menyita waktu. Aku harus mengawasi kerja tukang. Aku juga perlu mencari beberapa material. Mulai dari pasir, semen, keramik, kayu, cat, kunci, dan lain – lain. Mungkin orang – orang heran, kok yang sibuk ngurusin renov rumah istrinya bukan suami. Tapi memang abang sedang sibuk urusan kantor. So, aku lah yang dengan senang hati menangani urusan domestik. Hitung – hitung belajar n pengalaman.

Mungkin untuk penulis handal, tidak perlu banyak waktu ya untuk menghasilkan tulisan bagus. Tapi untuk ku yang baru belajar menulis, perlu waktu berjam – jam untuk mencurahkan ide di dalam kepala menjadi kalimat – kalimat menarik. Dan saat menulis aku benar – benar harus fokus, tidak bisa diganggu oleh hal – hal lain. Read more »

Cerita Kampanye SBY – Boediono

Para peserta lengkap dg atribut

Para peserta lengkap dg atribut

Alhamdulillah, hari Sabtu tanggal 4 Juli 2009 kemaren, saya bersama keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera dapat mengikuti kampanye akbar pasangan Capres – Cawapres SBY – Boediono. Saya bersama bu Shinta menjadi koordinator peserta kampanye dari RW 1 Poncol DPRa Cipedak. Persiapan untuk menghadiri acara kampanye ini sudah dilakukan sejak H-2. Bu Shinta mendata peserta yang bersedia ikut. Selain itu, kami juga mempersiapkan aneka makanan yang akan dibawa. Untuk menghemat biaya, namun tetap istimewa, kami memasak sendiri makanan tersebut.

Peserta sudah berkumpul sejak pukul 12.30 WIB. Atribut pun segera dibagikan ke para peserta. Ada kaos SBY – Boediono, ikat kepala, undangan, dan tak lupa pula pita orange yang menjadi ciri khas rombongan kami. Pukul 1 siang, bus sewaan pun

Mau kampanye atau rekreasi ya ...? :D

Mau kampanye atau rekreasi ya ...? :D

datang. Para peserta dengan semangat memasuki bus yang cukup  besar itu. Setelah memeriksa barang bawaan dan para peserta, bus pun segera melaju menuju Gelora Bung Karno. Saat itu baru pukul 13.20 WIB.

Seperti biasa, kondisi jalanan cukup padat. Bahkan tersendat di beberapa tempat. Kemacetan mencapai puncaknya di sekitar pintu masuk GBK. Rombongan kami diminta masuk melalui pintu 9 atau di depan Hotel Century. Tepi jalan sudah penuh dengan bus – bus yang diparkir. Kami pun kesulitan mencari tempat parkir. Akhirnya para peserta diturunkan di depan Masjid Al Bina. Kemudian bus kembali melaju hingga menemukan tempat parkir. Saat itu sudah pukul 16 kurang.

Masuk ke GBK

Masuk ke GBK

Perjalanan memakan waktu 2 jam lebih. Tak heran jika para peserta cukup lelah dan lapar. Kami pun mencari tempat yang nyaman di sekitar masjid. Dengan alas koran, kami beristirahat sambil membuka bekal yang sudah dibagikan panitia. Hemmm…nasi ditemani daging oseng cabe ijo, sayur buncis, bihun goreng, dan buah jeruk menjadi pengisi perut yang lapar. Wah…acara kampanye ini jadi seperti rekreasi ya…. Tak lupa kami pun menunaikan sholat Ashar di masjid Al Bina.

Pukul 5 kurang rombongan kami mulai bergerak menuju pintu masuk GBK. Agak sulit juga jalannya. Karena banyak orang yang berjalan berlawanan arah dengan kami.

Suasana GBK pkl 17 WIB

Suasana GBK pkl 17 WIB

Mereka keluar dari GBK dan tampaknya akan pulang.

Karena kedatangan kami cukup telat, kami hanya mengikuti beberapa acara saja. Tapi Alhamdulillah kami bisa mengikuti acara puncaknya, yaitu orasi dari Capres Soesilo Bambang Yudhoyono. Saat itu tribun GBK sudah mulai tampak kosong. Tapi masih cukup banyak juga para peserta yang tetap semangat menyimak orasi Pak SBY. Rombongan kami pun mengikuti acara sampai selesai. Bahkan para ibu, begitu bersemangat hendak bersalaman dengan Pak SBY dan Pak Boediono beserta istri – istrinya.

Beberapa menit sebelum Maghrib, acara kampanye usai. Rombongan kami segera meninggalkan GBK, menuju masjid Al Bina. Setelah menunaikan sholat Maghrib, kami pun segera menuju bus yang diparkir di depan Plaza Senayan. Peserta

Barisan kepanduan....coklat di rumput hijau

Barisan kepanduan....coklat di rumput hijau

berjalan kaki cukup jauh. Namun tidak terdengar keluhan dari bibir mereka. Walaupun lelah, mereka senang karena bisa mengikuti kampanye. Mereka pun bertekad hendak memenangkan pasangan SBY –  Boediono. Semoga keinginan kita terkabul ya ibu – ibu…

 

 

 

 

MC : Ferdy Hasan & Maudy Koesnaedy

Orasi Pak SBY

MC : Ferdy Hasan & Maudy Koesnaedy

MC : Ferdy Hasan & Maudy Koesnaedy

Penutup : Lagu Kebyar - kebyar Cipt. Gomloh (alm), dinyanyikan oleh putra putri berpakaian adat

Penutup : Lagu Kebyar - kebyar Cipt. Gomloh (alm), dinyanyikan oleh putra putri berpakaian adat

Catatan : Mohon maaf bila kualitas foto yang ditampilkan kurang bagus. Karena diambil dengan kamera tua berkekuatan 5 Mega pixel saja. Mohon do’anya supaya diberi rizky kamera yang lebih bagus. Agar menjadi jurnalis yang lebih ok…walaupun utk blog sendiri…he..he..he..

Deklarasi 5000 Ustadzah

Satu hajatan besar akan digelar di bulan Juli ini. Rakyat Indonesia akan memilih langsung Presiden dan wakil nya. Hingar bingar kampanye calon terasa di mana – mana. Tim sukses giat meraih dukungan. Tak ketinggalan pula ibu – ibu majelis taklim yang tergabung dalam FORSITMA. FORSITMA (Forum Silaturahim Tokoh Majelis Taklim) adalah suatu wadah di bawah Bidang Kewanitaan Partai Keadilan Sejahtera, yang merangkul para ustadzah majelis taklim.

Tarian Khas Betawi

Tarian Khas Betawi

Ahad, 28 Juni 2009 yang lalu, Forsitma DPW DKI Jakarta menggelar acara silaturahim dan konsolidasi. Acara ini dihadiri oleh 5000 ustadzah se – DKI Jakarta. Forsitma DPC Jagakarsa pun tidak mau ketinggalan. 108 ustadzah berhasil dihadirkan. Sejak jam 6 pagi para ustadzah sudah berkumpul. Kemudian berangkat bersama pendamping dari DPRa masing – masing dan pengurus Kewanitaan DPC, dengan menyewa dua bis besar.

H. Adang Daradjatun

H. Adang Daradjatun

Pukul 8 lewat, rombongan tiba di lokasi acara, Sports Mall Britama Arena Kelapa Gading. Ibu – ibu segera memasuki ruangan. Acara baru saja dimulai.

Deklarasi

Deklarasi

Acara konsolidasi ini diisi dengan ceramah penyemangat dari H. Adang Daradjatun yang merupakan Ketua Kampanye Daerah DKI Jakarta untuk Pasangan SBY – Boediono. Hadir juga Ir. Triwisaksana, ketua DPW PKS DKI Jakarta. Puncak acara adalah Deklarasi Dukungan untuk SBY – Boediono yang dibacakan oleh Ustz. Nurjanah Hulwani, S.Ag., yang merupakan ketua FORSITMA DKI Jakarta. Deklarasi ini didukung oleh para ustadzah lainnya.

Dress Code : Putih

Dress Code : Putih

Ibu – ibu mengikuti acara demi acara dengan semangat dan tidak tampak rasa bosan di wajah mereka. Hal ini karena panitia juga menghadirkan acara hiburan berupa tari khas Betawi dan Sholawatan yang dipimpin Ustadzah Zainabun dari Jakarta Selatan. Ibu – ibu lebih bersemangat lagi ketika pemenang door prize diumumkan. Alhamdulillah satu orang ustadzah dari DPC Jagakarsa, Hj. Sarminah,  menjadi salah satu pemenangnya.

Shalawatan

Shalawatan

Pada pukul 10.30 WIB, acara konsolidasi pun ditutup dengan do’a.

Hikmah 4 : Tasyakur Bini’mah – Milad

Senin, 18 Juni 1979

Di sebuah rumah sakit, dalam ruang yang tidak begitu luas, seorang wanita muda sedang berjuang antara hidup dan mati. Segenap tenaga dikerahkan. Peluh pun bercucuran. Hingga terdengarlah tangis seorang bayi…memecah kesunyian dini hari. Seorang bayi perempuan dengan bobot 3 kg lebih, telah lahir ke dunia. Bertambahlah jumlah manusia. Bertambahlah jumlah wanita yang menjadi ibu. Bertambahlah jumlah pria yang menjadi ayah. Bertambah pula jumlah nenek dan kakek. Hari itu, Senin, 18 Juni 1979 atau bertepatan dengan 22 Rajab 1399 H.

Segenap keluarga menyambut si bayi dengan suka cita. Terutama ibu dan ayah. Sang ayah, Yusuf, hendak mengukir namanya pada nama si bayi. Sang ibu, Rahmiyati, pun tidak mau ketinggalan. Sang ayah juga hendak mengabadikan nama bundanya yang telah tiada, Hanuyah. Bagian – bagian nama itu dirangkai bersama bagian nama bulan, Juni, saat si bayi dilahirkan. Jadilah si bayi dinamakan Yenni Hartati. Ditambah dengan harapan, agar si bayi menjadi insan yang jenius.

Kamis, 18 Juni 2009

Seorang wanita duduk terpekur. Merenungi perjalanan kehidupannya. Mengingat waktu yang telah dihabiskannya. Dialah bayi itu. Bayi mungil yang dulunya tiada daya upaya, kini telah menjadi wanita dewasa. Bayi mungil yang dulunya tidak bisa terpisah dari kedua orang tua, kini berjarak ratusan kilometer dengan ayah dan bunda. Waktu telah membawanya jauh.

Bayi mungil dan wanita yang duduk terpekur itu adalah aku. Sebenarnya bagiku peringatan ultah tidak begitu berbeda dengan hari biasa. Untuk berkomtemplasi jangan hanya ketika ultah. Bertambahnya umur juga terjadi setiap waktu, hari, tidak hanya setahun sekali.

Namun ultah kali ini, terasa lebih istimewa. Kenapa ? Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, yaitu : Read more »

Makaroni Schotel Kukus

MSK Kreasiku

MSK Kreasiku

Keinginan untuk memasak macaroni schotel  sebenarnya sudah lama ada. Namun, karena belum punya resep  yang pas, dan belum ada oven, terpaksa makaroni yang sudah lama dibeli tersimpan lama di lemari. Alhamdulillah kemarin, keinginan ini terwujud juga. Awalnya karena saya mendapat tugas membawa konsumsi ke pengajian rutin. Saya ingin menghadirkan makanan bergizi, murah, bersih, dan sehat untuk teman – teman dan anak – anaknya yang biasa ikut serta. Untuk memenuhi semua itu, jalannya tak lain adalah dengan memasak sendiri.

Saya sempat bingung mau masak makanan apa. Untungnya saya segera teringat bahan makaroni di lemari. Kebetulan saya juga sudah mendownload resep Makaroni Schotel Kukus dari blog nya Teh Irma. Makasih ya Teh resepnya. Kini, belum adanya oven tidak menghalangiku untuk memasak salah satu makanan favorit keluarga.

Karena saya adalah “chef” pemula, resep dari Teh Irma saya modifikasi sedikit. Saya belum tahu apa itu Green Pepper Cream Cheese, dan belum sempat mencarinya di supermarket. Jadi  saya ganti dengan keju cheddar dan lada putih. Saya juga mengganti daging asap dengan kornet. Supaya cukup untuk 20 orang, takaran bahan juga saya naikkan 2 hingga 4 kalinya. Read more »