Yenni Hartati's Blog & Shop

Sanseviera : Tanaman Pertamaku

Posted on: January 2, 2009

Mungkin judulnya kurang tepat. Tapi itu untuk menggambarkan betapa berartinya sanseviera bagi saya.

Sewaktu kecil saya suka membantu ibu berkebun. Ibuku menanam singkong, cabe, dan beberapa tanaman bunga di halaman rumah. Saya juga ikut menambah koleksi tanaman ibu. Ketika bermain ke rumah teman, saya diberi bibit bunga pukul empat. Saya sendiri yang menanam dan merawat tanaman ini. Hingga ia tumbuh besar dan mengeluarkan banyak bunga. Bunganya yang berwarna merah keunguan menambah cantik halaman rumah kami. Uniknya menjelang sore bunga ini tampak layu, mungkin itu sebabnya ia dinamakan bunga pukul 4.

Namun sejak saya kos di Bandung, hobi berkebun ini mulai tenggelam dan menjadi asing. Bahkan saya merasa heran dengan teman yang menghabiskan banyak uang untuk membeli dan merawat tanaman hias yang cukup mahal.

Sampai pada suatu hari saya menghadiri pernikahan adik teman. Souvenirnya unik sekali, bibit sanseviera yang ditanam secara hidroponik, dalam pot gelas yang cantik. Tanaman ini dimasukkan dalam kantung kertas yang bertuliskan nama tanaman, keunggulan dan cara merawatnya. Karena tidak mau tanaman cantik dan bermanfaat  itu mati, saya terpaksa meluangkan waktu untuk menambah media dan memberi pupuk secara rutin. Bagusnya, hobi berkebun saya kembali lagi.

Kini sanseviera itu sudah makin besar dan beranak pinak. Ia tersusun cantik di antara sanseviera jenis lainnya dan bunga euphorbia.

5 Responses to "Sanseviera : Tanaman Pertamaku"

Tulisan yang bagus, Yen. Runut, sistematis, ringan, dan renyah. Aku tunggu buku tulisan-tulisan Yeni lainnya yang lebih bagus. Aku tunggu buku Yenni (tentang Sanseviera mungkin… :))

Hatur nuhun Ma, penilaian n pujiannya. Tapi saya masih belajar nulis, kadang bagus, kadang nggak. Moga-moga nanti tidak mengecewakan Erma ya. Pengen juga nulis buku, mudah2an di lain waktu.

cerita sanseviera mengingatkanku dengan tanaman yang sama yang ku tinggalkan di cikarang begitu saja karena harus pindah sementara ke bandung. Ada satu sanseviera kuning entah mungkin karena tidak dipelihara, jadi daunnya tidak kuning lagi,kembali ke warna hijau. Biasanya tanaman di depan rumah ku siram 2 kali sehari karena di cikarang hawanya rada kering dan panas…sekarang hanya tersiram oleh air hujan. hiks
Btw, selamat ya untuk launching blognya, doakan menyusul yen!

Wah….sayang sekali Han. Tapi sanseviera termasuk tanaman yang kuat koq. Mudah2an tetap hidup walau hanya disirami air hujan.
Makasih ya Han.
Ditunggu blognya Hani

[…] menjelma menjadi tulisan. Beberapa ide yang pernah terpikir adalah menulis tentang sanseviera ku (baca tulisan ini) yang kini sudah semakin besar dan beranak pinak. Aku juga ingin membedah buku biografi nenekku, […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2009
M T W T F S S
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Recent Comments

septia susetyo on Kapok Pake JNE
Panca on Kapok Pake JNE
privat name on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE

Visitor Location

Blog Stats

  • 184,978 hits
%d bloggers like this: