Yenni Hartati's Blog & Shop

Antara BBM, Angkutan Umum, dan Motor

Posted on: January 4, 2009

Jam di dinding kamar menunjukkan pkl 13.15 WIB. Matahari bersinar terik, udara panas sekali. Tapi, itu tidak menghalangi saya untuk keluar rumah mengenakan jaket, sarung tangan, dan perlengkapan lainnya yang sebenarnya bikin tambah gerah. Jangan heran dulu, soalnya saya mau jalan bareng ‘beat’ tersayang.

Waktu udah mepet, dalam 15 menit saya sudah harus sampai di rumah binaan cilik. Tapi saya harus mampir dulu ke pom bensin, jarum penunjuk sudah tepat di garis merah (daripada kayak temen saya kemaren, udah nyusahin banyak orang karena motornya ga bisa distarter, ternyata tangki bensinnya kering). Biasanya gak ngantri lama. Bener juga, di station langganan cuma ada satu mobil pick up yang baru saja selesai diisi bensinnya. Berarti langsung giliran saya dong. Tapi…..”maaf mba, pertamax kosong”, begitu kata petugasnya. Gimana ni? Kalo mau ngisi premium harus ngantri di station lain, yang sudah mengular. Mending saya cari pom bensin lain aja deh.

Gak lama saya dah sampe di pom bensin lain. Uppsss……… di tengah pintu masuk dah nangkring tulisan “premium dan pertamax habis”. Wah, ternyata di sini lebih parah.

Daripada makin telat karena nyari pom bensin lain, akhirnya saya balik ke pom bensin pertama. Alhamdulillah, antrian di station premium sudah lebih pendek. Kali ini terpaksa beat saya dikasih minum premium.

Jangan salah, saya milih pertamax bukan karena kebanyakan uang, atau gaya-gayaan lho. Saya cuma mengikuti saran montir bahwa motor matic bagusnya pake pertamax. Supaya mesin lebih awet katanya.  Setelah di-hitung2 pake pertamax masih jauh lebih murah daripada pake angkot yang selama ini mengantarkan saya kemana-mana. Kalo pake angkot, 15 ribu paling cuma buat 2 hari. Dengan motor, cukup buat seminggu.

Bicara soal BBM, kenaikan harga yang cukup tinggi di bulan oktober lalu menyebabkan kenaikan ongkos angkutan umum yang tinggi juga. Sayangnya, di setiap kenaikan harga BBM, pemerintah tidak segera menetapkan batas maksimum kenaikan tarif. Akibatnya organda menaikkan tarif yang membuat rakyat menjerit. Kenaikan tarif untuk angkutan metromini, kopaja, atau jenis bis lainnya mungkin tidak begitu besar dibandingkan dengan jenis angkot. Kenaikan tarif bis (menurut pengamatan saya) sekitar 500 rupiah. Tapi tarif angkot bisa naik hingga seribu rupiah bahkan lebih. Jarak dekat yang sebelumnya bisa dibayar seribu, kini harus 1500 bahkan 2000. Pelajar yang dulunya biasa membayar seribu, kini 2000, bahkan seringkali disamakan dengan penumpang umum.

Namun, kenaikan harga BBM tidak hanya berimbas pada kenaikan tarif angkutan, tapi juga kenaikan harga barang.  Kondisi perekonomian rakyat semakin sulit. Belum lagi karena imbas krisis finansial global.

Tak heran jika banyak orang yang dulunya pengguna angkutan umum beralih ke sepeda motor, termasuk saya.  Selain lebih hemat, berkendara dengan motor di jalanan Jakarta terasa lebih praktis dan dapat menghemat waktu. Belum lagi “godaan” produsen motor yang terus meluncurkan model terbaru, dan tawaran kredit yang semakin mudah dengan uang muka dan cicilan yang rendah.

Akhirnya, bertambah lagi PR pemerintah untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di jakarta, dan kota-kota lainnya yang kian padat.

1 Response to "Antara BBM, Angkutan Umum, dan Motor"

Wah, Mba Yenny. Kalau saya sih lebih suka naik motor dari dulunya. Hemat dan cepat, tapi harus hati2 di jalan karena resikonya besar kalu celaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2009
M T W T F S S
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Recent Comments

septia susetyo on Kapok Pake JNE
Panca on Kapok Pake JNE
privat name on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE

Visitor Location

Blog Stats

  • 185,303 hits
%d bloggers like this: