Yenni Hartati's Blog & Shop

Taujihat dari Palestina

Posted on: February 7, 2009

dsc00007bdsc00013bdsc00012b1

Alhamdulillah, hari ini 6 Februari 2009 saya mendapat kesempatan mendapat taujih dari Ummu Nadia. Beliau adalah istri dari DR. Musa Abu Marzoukh, Kepala Biro Politik Hamas. DR. Musa seorang ahli fisika nuklir yang mengenyam pendidikan S1 di Cairo, serta S2 dan S3 di Amerika. Anak – anak mereka (5 putra, dan 1 putri) semuanya lahir di Amerika. Kini anak pertamanya sedang menempuh pendidikan S3 di London. Anak ke-2 dan 3 di Washington DC kuliah di teknik dan business. Wah…. benar – benar keluarga yang well educated.

Ummu Nadia adalah seorang penduduk Gaza yang sudah mendapat tarbiyah dari Syeikh Ahmad Yasin sejak kecil. Ketika berusia 16 tahun, beliau merasakan kesulitan karena pelarangan jilbab di sekolahnya. Hal ini mendorong ikhwah di sana untuk mencarikan jodoh utk Ummu Nadia. Sempat hendak dijodohkan dengan Syeikh Ahmad Yassin. Tapi Asy – Syahid mengatakan…. “ Haadzihi ukhti shogiiroh jiddan“. Hingga ketika DR. Musa kembali dari Amerika, Syeikh Yasin mengatakan, “ Haa Huwa“, inilah jodoh yang tepat untuk Ummu Nadia.

Demikianlah sebagian prolog yang disampaikan oleh Bu Anis Byarwati, tentang Ummu Nadia. Kemudian taujih disampaikan dalam bahasa Arab, dan sedikit bahasa Inggris. Dengan penerjemah bahasa Arab bu Anis. Berikut petikan taujih yang disampaikan oleh Ummu Nadia.

Saya sangat berterimakasih kepada Indonesia tercinta, kepada pemerintahnya, pemimpinnya, dan pemuda-pemuda Indonesia. Berterimakasih karena Indonesia telah mengejawantahkan makna ukhuwah antara Indonesia dengan Palestina, dan itu adalah nikmat Allah, maka kita bersyukur kepada Allah. Segala puji atas nikmat Islam dan ukhuwah ini.

Allah berfirman di QS. Muhammad : 7 ”Wahai orang-orang yang beriman jika menolong agama Allah maka Ia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Dan dalam ayat lainnya, jika kamu menolong Allah maka kamu tidak akan diceraiberaikan.

Dan kita katakan bahwa telah menang Gaza itu. Menang karena mujahidin, menang karena wanita- wanita, dan menang karena anak-anak yang berjuang di dalamnya. Dan perang telah berlangsung dengan sangat keras, kejam, dan banyak yang telah terjadi di Gaza. Mujahidin mengatakan bahwa kita berada pada perang Yaumul Furqon, perang antara yang haq dan bathil, kita berada dalam haq untuk memperjuangkan agama Allah, dan mereka ada dalam kebatilan, mereka membunuh, mereka berada dalam kondisi yang buruk.

Dan mereka berperang dengan menggunakan senjata yang dilarang di seluruh dunia. Misalnya fosfor putih yang dilarang digunakan di daerah pemukiman. Senjata yang belum pernah mereka gunakan ke negeri2 yang telah mereka perangi sebelumnya. Senjata yang telah membunuh wanita dan anak-anak. Perang itu dilancarkan oleh Israel dan di belakangnya ada negara – negara yang selama ini mendengungkan demokrasi. Mereka mengaku negara demokrasi. Tapi kita para mujahidin, dan bangsa – bangsa Muslim tidak akan mengatakan ini adalah sebuah cara demokrasi.

Negara yang super power itu memberlakukan dualisme dalam menetapkan demokrasi. Di satu sisi mereka membolehkan Israel membunuh wanita, anak – anak, membakar rumah, masjid, sekolah, dan segala sesuatu hingga tidak ada tersisa satu bangunan pun di Gaza. Sementara di sisi lain mereka melarang rakyat Palestina untuk memperjuangkan hak – haknya sebagai penduduk asli.

Apa yang dilakukan oleh israel itu, mereka telah menghancurkan 15000 rumah, hingga penduduk tidak mempunyai tempat tinggal. Sebanyak 20000 tempat2 umum hancur, 34 masjid hancur, 60 kantor umum hancur, 16 kantor kementrian hancur. Rumah sakit terbesar yang didirikan oleh Bulan Sabit Merah dihancurkan, universitas terbesar juga dihancurkan. Mobil – mobil dihancurkan dan sebagian besar adalah mobil ambulans. Dalam keadaan seperti itu Gaza sekarang ini keadaannya banjir darah dan melimpahnya potongan – potongan tubuh yang terbakar, dsb.

Tetapi di atas semua itu, Alhamdulillah, seluruh penduduk Palestina, pemudanya, wanitanya, anak – anaknya, yang tua dan yang muda mereka semua menjadi pahlawan sekarang. Pahlawan yang penuh dengan kesabaran dan perjuangan. Ibu – ibu di Gaza yang anak dan suaminya syahid, mereka mengatakan kepada para wartawan, kami akan bangun rumah – rumah kami yang terbakar, kami akan hidupkan suami – suami dan anak – anak kami dan kami bangunkan untuk mereka rumah di surga.

Ketika para wartawan itu mendatangi pemuda atau penduduk Palestin yang sudah mendekati kematian nya di Gaza, mereka mengatakan kalau Israel datang kemari lagi dan memerangi kami, kami akan tetap berjihad, kami akan memperjuangkan tanah kami, kami tidak akan meninggalkan tanah ini walaupun kami harus mati di dalamnya.

Adapun anak – anak di Palestin itu, yang mereka terkena kakinya, tangannya atau bagian tubuh lainnya karena perang, mereka memang menangis ketika kena tangannya, atau putus kakinya, atau putus anggota tubuh lainnya, mereka menangis, tetapi hanya sebentar. Kemudian dengan gagah berani mereka mengatakan kami ingin bagian – bagian tubuh ini menjadi bagian jihad fisabilillah.

Tidak lupa akan kami kisahkan tentang bagaimana wanita Palestina itu mempersiapkan anak-anak mereka untuk berperang. Satu kisah yang sangat masyhur di Gaza adalah seorang Khansa Palestina bernama Ummu Nidhal. Beliau memiliki 3 orang anak yang telah syahid. Kemudian ada satu orang anaknya lagi Muhammad yang berusia 16 tahun. Muhammad ini oleh ibunya dipakaikan baju perang yang bagus, kemudian dibekali dengan senjata – senjata yang banyak. Kemudian ia berkata kepada anaknya, “pergilah kamu berperang, aku tidak ingin engkau kembali dengan selamat, kembalilah dengan membawa syahadah, aku juga tidak ingin engkau menjadi tawanan perang Israel. Jadi pergilah kamu, bunuh mereka sampai kamu dapatkan syahid“. Kemudian pergilah anak itu menuju suatu tempat berkumpulnya tentara Israel. Enam jam ibunya menunggu, dan waktu enam jam itu bagaikan enam tahun atau enam abad lamanya. Kemudian setelah waktu enam jam itu ibunya mendengarkan berita dari radio siaran Israel, bahwa ada sekumpulan orang –orang Palestina yang menyerbu satu tempat di Gaza dengan membawa bom syahid dan menewaskan 19 orang Israel. Tetapi sebenarnya tidak ada sekumpulan orang Palestina yang menyerang tempat itu, tapi hanya Muhammad seorang diri. Dan ketika Muhammad syahid maka banyak wartawan mendatangi ibu ini dan mengatakan kamu telah mempersembahkan sesuatu yang mahal, maka kamu mendapatkan sesuatu yang agung.

Kita tahu seorang ibu itu pasti mencintai anak2nya. Tetapi perjuangan ini lebih mahal, membebaskan negeri lebih mahal. Maka kami berikan anak – anak kami untuk sesuatu yang lebih mahal.

Itulah gambaran tentang mujahidin. Sekarang saya gambarkan keadaan orang-orang israel. Gambaran orang2 israel itu di Gaza. Selama tujuh atau 8 hari mereka berusaha masuk ke Gaza. Mereka melakukan tindakan – tindakan yang tidak dibenarkan oleh undang – undang internasional. Dan mereka mendapati tidak seorang pun dari penduduk Gaza apakah wanita, anak – anak yang tidak memerangi mereka dengan apapun yang mereka miliki, sehingga siapa pun tentara israel yang masuk ke dalam Gaza, dimana pun mereka masuk maka tempat itulah yang akan menjadi kuburan bagi mereka.

Para wartawan menggambarkan para tenetara Israel itu berlindung di dalam tank2 mereka seperti seorang bayi. Mereka takut keluar dari tank – tank mereka. Mereka sangat takut akan kedatangan para mujahidin. Maka mereka melakukan serangan dari dalam tank dan pesawat udara, tanpa berani keluar. Mereka menyerang dari dalam tank, tapi banyak tank mereka yang hancur.

Kuatnya tank dan pesawat tempur tidak membuat tentara mereka kuat. Mereka sangat takut. Sehingga mereka mendatangi rumah sakit dalam keadaan sakit jiwa.

Ketika ditanyakan kepada mereka, kenapa mereka takut kepada orang – orang Palestin itu? Mereka mengatakan kami menyaksikan para mujahidin itu keluar dari dalam bumi dalam keadaan siap siaga memerangi mereka.

Kita semua tahu tentara Hamas itu bukanlah tentara yang ada di bawah tanah. Itu adalah tentara yang Allah kirim untuk menakut – nakuti mereka, untuk menimbulkan kegoncangan dalam hati mereka, dan mereka mengalami ketakutan yang amat sangat. Dan Allah dalam surat Al – Anfal berfirman ini sebagai kabar gembira bagi kamu dan menimbulkan ketakutan bagi orang – orang yang berdosa itu, dan Allah meneguhkan kakimu.

Itulah gambaran bahwa Hamas dan Gaza telah menang. Penduduk Palestin telah menang, dan kemenangan Palestin akan datang segera, insya Allah. Apa yang Allah berikan untuk Gaza dan Palestina berupa kemenangan ini, adalah kemenangan seluruh kaum muslimin dan Islam di penjuru dunia.

Kita harus mengakui bahwa kemenangan hamas ini tidak terjadi hanya karena diri mereka sendiri. Kita mengakui bahwa kemenangan yang dicapai oleh hamas ini adalah karena doa jutaan kaum muslimin di seluruh dunia. Kita mengakui bahwa kemenangan mujahidin hamas adalah perwujudan dari doa, qiyamul lail, sholat dari jutaan muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia. Jutaan kaum muslimin tidak tidur dalam malam – malam mereka, mereka tersungkur sujud mendoakan penduduk Palestin, dalam rangka kemenangan kaum muslimin di Gaza. Kemenangan hamas adalah kemenangan seluruh kaum muslimin.

Saya dari sini di Indonesia akan mengatakan kepada kaum muslimin di Gaza, untuk mu Allah wahai kaum Gaza. Dan semoga kita yang berkumpul di sini dikumpulkan dalam kemuliaan di masjidil Aqsa dan surga. Anak – anak kalian, para pemuda kalian yang kalian ajarkan tentang kepahlawanan, keberanian dan kesabaran, katakan kepada mereka tidak ada tantangan lagi setelah ini di Gaza. Semoga Allah mengumpulkan kalian semua. Sampai jumpa di masjidil Aqsa yang mulia, yang terbebas. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Demikian petikan taujih yang disampaikan oleh Ummu Nadia. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Para peserta akhwat sangat antusias menyampaikan pertanyaan. Ada juga yang bertanya dengan bahasa Arab atau Inggris. Namun Ummu Nadia lebih menyukai (merasa lebih afdhal) dengan bahasa Arab. Jadi, pengen lancar berbahasa Arab ni. Insya Allah terjemahan tanya jawabnya akan saya tulis di lain waktu.

2 Responses to "Taujihat dari Palestina"

Btw, apa hubungan pelarangan berjilbab dan perjodohan? Itu tuh, tulisan Yenni “beliau merasakan kesulitan karena pelarangan jilbab di sekolahnya. Hal ini mendorong ikhwah di sana untuk mencarikan jodoh utk Ummu Nadia.”

He….he…he… Kemaren sih ga dijelaskan hubungannya apa. Tapi mungkin….. karena jilbab dilarang, Ummu Nadia jadi berhenti sekolah trus nikah. Beliau menikah di usia 16 tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Recent Comments

septia susetyo on Kapok Pake JNE
Panca on Kapok Pake JNE
privat name on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE

Visitor Location

Blog Stats

  • 184,978 hits
%d bloggers like this: