Yenni Hartati's Blog & Shop

Antara Stroke & Obat Sakit Kepala

Posted on: February 13, 2009

Innalillaahi wa inna ilaihi raajiun. Bapak A (saya lupa namanya), suami rekan kerja saya di apotek, meninggal dunia hari ahad yang lalu. Almarhum sempat dirawat selama 7 hari di ICU RS Fatmawati karena stroke. Ini adalah serangan stroke yang pertama bagi almarhum. Sebelumnya beliau sehat – sehat saja. Kejadiannya bermula saat beliau menerima telfon dari temannya. Entah kabar apa yang didengarnya, caleg dari PKP ini langsung terjatuh tidak sadarkan diri.Setelah dirawat di ICU pun, kondisi beliau tidak kunjung membaik. Hingga akhirnya menghembuskan nafas setelah tidak sadarkan diri selama 7 hari.

Menurut istrinya, bapak A ini mengaku sering merasakan sakit kepala. Hingga ia selalu mengkonsumsi sejenis obat, setiap hari, selama beberapa tahun terakhir. Obat yang dikonsumsi mengandung salisilamid, parasetamol dan kafein 50 mg. Mungkin kafein inilah yang menyebabkan bapak A menjadi tergantung dengan obat tersebut. Sehingga ketika sakit kepala tidak menyerang pun, beliau tetap mengkonsumsi obat itu.

Saya juga teringat dengan almarhum tetangga saya, sebut saja bapak B. Usia beliau sekitar 60 tahunan. Bapak B juga meninggal karena stroke. Kejadiannya bermula dari obat sakit kepala yang beliau minum setelah makan mi instan. Obat yang “beken” ini mengandung propifenazon, parasetamol, deksklorfeniramin maleat dan kafein 50 mg. Ternyata bapak B pun sudah biasa minum obat ini.

Dari dua kasus di atas,saya mencoba membuat analisa. Bapak B memang mengidap hipertensi. Bapak A diduga juga demikian (beliau tidak mau memeriksakan diri ke dokter). Tak heran jika kedua bapak ini sering mengalami sakit kepala. Karena sudah sering, mereka menganggap ringan masalah ini. Tinggal beli obat sakit kepala di warung. Memang obat yang dikonsumsi dapat menghilangkan gejalanya. Namun, tidak menyembuhkan penyakit penyebab sakit kepala itu.

Sayangnya, bapak A dan B, dan juga kebanyakan masyarakat kita, tidak tahu secara persis kandungan obat yang mereka minum. Apalagi efek samping dan kontraindikasi obat tersebut.

Parasetamol, propifenazon, dan salisilamid adalah golongan obat penghilang rasa sakit (analgetik) yang cukup aman.

Kafein adalah suatu obat yang memiliki efek stimulan sistem saraf pusat, membuat pemakainya merasa lebih berenergi. Dosis maksimum sehari adalah 150 mg yang harus dibagi menjadi tiga kali konsumsi. Jadi dosis maksimum kafein untuk satu kali minum adalah 50 mg. Efek samping kafein di antaranya menaikkan laju denyut jantung, gangguan tidur, mual, dll. Dan seharusnya kafein ini dikontraindikasikan untuk penderita hipertensi.

Kedua jenis obat yang dikonsumsi oleh bapak A dan B mengandung kafein 50 mg. Tapi berapa kafein yang terkandung dalam kopi yang biasa diminum mereka? Berarti kafein yang mereka konsumsi melebihi dosis maksimum. Jadi, mungkin saja kafein ini yang membuat mereka terkena serangan stroke.

Ini hanya sekedar contoh tentang efek obat yang tidak diinginkan. Masih banyak contoh yang lain. Semoga, kita menjadi lebih berhati – hati dalam mengkonsumsi obat.

2 Responses to "Antara Stroke & Obat Sakit Kepala"

salam kenal. artikel menarik, boleh tukeran link?

Terimakasih. Boleh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Recent Comments

septia susetyo on Kapok Pake JNE
Panca on Kapok Pake JNE
privat name on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE

Visitor Location

Blog Stats

  • 184,978 hits
%d bloggers like this: