Yenni Hartati's Blog & Shop

Menguasai Matematika Sedini Mungkin

Posted on: March 10, 2009

 

Dulu, saya sering heran dengan orang tua yang menyuruh anaknya les di bimbingan belajar atau privat. Padahal anak itu baru duduk di bangku sekolah dasar. Menurut saya, bimbingan belajar atau privat baru diperlukan jika anak telah sampai di tingkat SLTA. Pada usia SD, seharusnya penjelasan guru di sekolah dan bimbingan orang tua di rumah sudah cukup. Mengingat pelajaran SD masih sederhana dan mudah.

Tapi kini, anggapan itu dibantah oleh pengalaman yang saya temui. Beberapa murid privat saya yang sekarang duduk di bangku SMA, mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran eksakta, khususnya matematika. Anak – anak ini masih belum lancar dalam beberapa operasi dasar matematika. Mereka masih belum menguasai bagaimana cara menjumlahkan, mengurangi, membagi, bahkan mengalikan bilangan pecahan. Konsep perkalian silang juga belum mereka mengerti.

Suatu kali, saya akan menjelaskan tentang trigonometri. Pelajaran ini saya awali dengan memberikan contoh soal, terletak di kuadran manakah titik (7,-4)? Anak tersebut tampak bingung. Ternyata ia masih belum mengerti bagaimana menggambar koordinat Cartesius dan menentukan posisi titik – titik di koordinat tersebut. Padahal konsep – konsep ini harusnya sudah mereka kuasai sejak SD.

Saat menjelaskan tentang persamaan kuadrat, mereka juga mengalami kesulitan. Mereka masih belum menguasai cara memfaktorkan persamaan. Padahal mereka sudah mendapat materi aljabar di bangku SMP.

Mengajar anak – anak seperti ini cukup sulit. Saya harus mengajarkan ulang konsep perhitungan dasar, yang cukup memakan waktu. Belum lagi, untuk menguasai pelajaran yang baru mereka dapatkan di bangku SMA tidaklah mudah.

Timbul pertanyaan dalam benak saya. Bagaimana kualitas pendidikan mereka ketika di usia SD atau SMP ? Salah siapakah ini ? Guru sekolah, orang tua, atau anak itu sendiri ? Entahlah. Yang pasti, pengalaman ini membuat saya menarik kesimpulan baru. Seorang anak harus bisa menguasai konsep perhitungan dasar sedini mungkin. Peran bimbingan belajar khususnya privat cukup membantu. Terutama untuk orang tua yang kurang mampu membimbing anaknya atau tidak ada waktu.  Orang tua sebaiknya tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak pada guru di sekolah. Bukannya meragukan kualitas guru. Tapi banyaknya jumlah siswa dan beragamnya kemampuan anak didik menyebabkan seorang guru tidak mungkin membimbing siswanya satu persatu.

Dengan menguasai konsep dasar perhitungan sedini mungkin, diharapkan seorang anak dapat menguasai pelajaran selanjutnya dengan mudah. Selain itu, dengan menguasai matematika, diharapkan seorang anak akan menguasai pelajaran lainnya dengan mudah. 

4 Responses to "Menguasai Matematika Sedini Mungkin"

sedini mungkin itu maksudnya umur berapa mbak?
0,1,2,3 …dst tahun?

menurutku..justru..anak2 kita jangan dibebani dengan beban2 yang lain…

bagi saya di sekolah kita di bumi pertiwi kita ini begitu banyak pelajaran2 sampah yang seharusnya ga perlu….terlalu banyak sekolah2 yang punya mata pelajaran jadi mereka anak2 didik kita gak ada satupun yang fokus..

di spore untuk kelas1 sd hanya ada 3 mata pelajaran: bhs inggris,bhs melayu,matematika

yang salah adalah sistem kita…

wallahualam

Sedini mungkin maksudnya usia SD. Bahkan bisa jadi pada usia di bawah itu, dengan matematika yang lebih aplikatif.
Misalnya, saat orang tua berbelanja, ortu bisa mengajak anaknya utk menghitung buah yang dibeli, menimbang, bahkan menghitung uang
atau kembaliannya. Dengan begitu, pelajaran matematika (khususnya) akan menjadi lebih menarik. Dan tidak ada alasan untuk tidak menyukainya.
Makasih commentnya….
https://yennihartati.wordpress.com/wp-admin/edit-comments.php#comments-form

Sedini mungkin maksudnya usia SD. Bahkan bisa jadi pada usia di bawah itu, dengan matematika yang lebih aplikatif.
Misalnya, saat orang tua berbelanja, ortu bisa mengajak anaknya utk menghitung buah yang dibeli, menimbang, bahkan menghitung uang
atau kembaliannya. Dengan begitu, pelajaran matematika (khususnya) akan menjadi lebih menarik. Dan tidak ada alasan untuk tidak menyukainya.
Makasih commentnya….
https://yennihartati.wordpress.com/wp-admin/edit-comments.php#comments-form

setubuh…. sorry setuju, matematika = pekerjaan tangan , harus selalu berlatih di bimbel atau privat salah satu berlatih tuk anak2, bagus sekali artikelnya, mudah mudahan bisa dimuat di surat kabar nasional, maju terus matematika indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Recent Comments

septia susetyo on Kapok Pake JNE
Panca on Kapok Pake JNE
privat name on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE

Visitor Location

Blog Stats

  • 184,978 hits
%d bloggers like this: