Yenni Hartati's Blog & Shop

Aku dan Pemilu 2009

Posted on: April 10, 2009

pemilu 2009Badan masih penat. Mata cukup berat. Kepala cenut – cenut. Hidung mulai meler (ups…sorry). Pengennya si istirahat, mumpung cuaca pagi ini sangat bersahabat. Tapi hati inginnya lain. Maksain diri untuk nonton tv, dan internetan. Nulis di facebook, atau ngeblog. Sambil menyimak perkembangan hasil pemilu. Pemilu memang sedang menjadi primadona saat ini. Pesta demokrasi lima tahun sekali. Tak heran jika beritanya begitu mendominasi.

Semalam baru pulang jam 23.30 WIB. Setelah menghabiskan 17 jam di TPS. Duduk di sana, dari jam 6.30 pagi. Berperan sebagai saksi dari PKS. Satu – satunya saksi perempuan di TPS 15 Cipedak. TPS ini berlokasi di serambi rumah pak RT 9 Cipedak. Saksi lainnya dari partai Demokrat, PDIP, Golkar, PKB, dan PAN, semuanya laki – laki.

Menjadi saksi memang menyedot banyak energi. Harus konsentrasi memantau jalannya pemilu. Inginnya tak ada sedetik pun yang lepas dari pandangan. Ku cermati pemilih yang datang, apakah ada yang mencurigakan.  Ku coba cocokkan dengan DPT. Namun sayangnya, aku harus meninggalkan TPS tempatku bertugas  barang sebentar. Aku harus mencontreng di TPS lain. TPS tempatku mencontreng cukup dekat, tidak sampai 5 menit naik motor. Tapi antriannya itu, menghabiskan waktu sekitar 45 menit. Itupun setelah dibantu oleh panitia agar aku didahulukan. Terima kasih ya Pak, atas kerjasamanya.

Kegiatan pemungutan suara di TPS 15 berjalan lancar. Panitia menyediakan 7 bilik, lebih banyak dari TPS lain di sekitarnya. Sehingga pemungutan suara berjalan cepat. Pukul 12 kurang sudah tidak ada lagi pemilih yang datang. Tepat pukul 12, TPS tutup, dan pemungutan suara sudah selesai. Pemilih yang menggunakan hak nya hanya 253 orang. Total pemilih di TPS 15 ada 379 orang. Jadi ada 126 orang atau 33,2 % yang tidak berpartisipasi dalam pemilu ini. 

Waktu istirahat makan siang pun datang. Alhamdulillah, nyeri di perut terobati sudah. Nasi hangat, sayur lodeh, ikan asin goreng, tahu dan tempe bacem, sambal terasi, dan kerupuk, menjadi pengisi perut yang keroncongan. Bagaimana tidak, karena buru – buru ingin sampai di TPS pukul 7.30, aku hanya sempat sarapan sedikit. Belum lagi, dari dapur bu RT menyeruak aroma ikan asin goreng yang lezat, menari – nari di depan hidung, meningkatkan produksi cairan di rongga mulut dan lambung. Setelah makan siang, aku menunaikan sholat zuhur. Air wudhu yang segar, menyejukkan badan dan hati. Alhamdulillah. Gerakan sholat pun menjadi olahraga ringan yang melenyapkan kekakuan badan. Pegal – pegal karena kebanyakan duduk dari pagi. Sedikit kupanjatkan do’a di waktu yang sempit, semoga Allah meridhoi kita semua, mempermudah proses perhitungan suara. Yaa Rabbana…tolonglah kami.

Pukul 12.30 istirahat usai. Kegiatan penghitungan suara akan segera dimulai. Setting TPS sedikit diubah. Aku segera mengambil posisi duduk tepat di depan kotak suara yang akan dibuka. Pandangan mata pun cukup jelas untuk melihat kertas pencatatan perhitungan suara. Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah, yang telah memberiku mata dengan penglihatan yang normal hingga saat ini dan cukup tajam.

Setelah KPPS dan para saksi menyepakati beberapa hal. Kotak suara segera dibuka. Penghitungan dimulai. Satu  per satu kertas suara dibuka. Mata dipaksa untuk berakomodasi penuh. Mencari contrengan kecil berwarna merah yang entah ada di mana. Atau contrengan hitam (di TPS saya sempat menggunakan sepidol dari KPU untuk mencontreng) yang terkadang digoreskan di foto rambut calon DPD. Rumit sekali. Baru sebentar saja, badan sudah pegal. Leher letih, karena seringnya gerakan kepala. Sekali mendongak untuk melihat kertas suara. Kemudian segera menunduk untuk memindahkan data ke catatanku. Begitu terus berulang kali. Belum lagi, asap rokok yang terus mengepul dari mulut – mulut banyak orang di sekitar ku. Tidak henti – hentinya mereka merokok. Habis yang satu disambung lagi yang lain. Tak peduli jika di dekat mereka ada orang lain yang anti dengan asap rokok. Tak mau tahu walaupun sesekali ku kibaskan tangan untuk mengusir asap yang berarak – arak di depan muka  ku.

Untungnya, DKI Jakarta hanya memilih calon anggota DPR, DPD, dan DPRD propinsi. Tapi, itu tetap memakan waktu lama. Karena kertas suara DPRD terdiri dari 2 lembar. Jika contrengan tidak ditemukan di lembar pertama, mata beralih ke lembar kedua, jika tidak ketemu juga, balik lagi ke lembar pertama. Benar – benar melelahkan.

Di TPS 15, aku adalah saksi yang paling sibuk, teliti, dan kritis. PKS ingin pemilu ini berjalan jujur dan adil. Untuk itu, aku berusaha mencatat data penghitungan suara dengan lengkap dan akurat. Ku catat semua perolehan suara. Tidak hanya untuk partai atau calon dari PKS tapi juga suara bagi partai lainnya. Sementara kelima saksi dari partai lain, hanya mencatat suara untuk partainya. Ketika ada perbedaan antara catatan ku dan KPPS, tidak ada data pembanding dari saksi lain. Kurangnya partisipasi saksi partai lain ini sempat mengecewakan KPPS. Akhirnya, data milik ku  menjadi rujukan KPPS. Alhamdulillah, semoga ini menunjukkan bahwa profesionalisme PKS itu dimulai dari lini terkecil. Semoga PKS dapat memberikan banyak manfaat bagi rakyat.

Setelah dipotong istirahat sholat asar dan maghrib, penghitungan suara baru selesai pukul 19.30.  Untuk DPRD,  partai Demokrat meraih 93 suara disusul oleh PKS dengan 33 suara. Untuk DPR, partai Demokrat juga masih mengungguli dengan 109 suara, dan diikuti lagi oleh PKS dengan 43 suara. Untuk DPD, peraih suara terbanyak adalah Biem Benyamin, dan AM Fatwa. Dani Anwar yang dijagokan PKS bertengger di posisi kelima. Aparat yang turut hadir di TPS terlihat kecewa dengan perolehan suara partainya.

Kemudian dilanjutkan dengan rekapitulasi data. Sempat ada selisih pendapat antara saya dengan salah satu anggota KPPS. Hal ini disebabkan karena ada salah seorang pemilih yang ternyata tidak mendapat kertas suara DPD tetapi malah mendapat 2 kertas suara DPR. Alhamdulillah, masalah ini bisa diselesaikan dengan baik, setelah menjalankan solusi yang ditawarkan saksi PKS. Hidup PKS…….Allahu Akbar….

Data yang perlu diisi cukup banyak. Belum lagi logistik dari KPU banyak yang kurang. Rekapitulasi data baru selesai pukul 23.00 WIB. Setelah menandatangani beberapa dokumen, saya pun pulang setengah jam kemudian. Badan lelah, seharian bekerja dengan konsentrasi penuh. Belum lagi, harus berjuang di tengah kepulan asap rokok yang pekat. Yaa…. Rabbii…sehatkanlah hamba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Recent Comments

septia susetyo on Kapok Pake JNE
Panca on Kapok Pake JNE
privat name on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE
Erlina on Kapok Pake JNE

Visitor Location

Blog Stats

  • 184,978 hits
%d bloggers like this: